logo blog
peluang usaha oriflame

9 CARA TEPAT MENGATASI CEGUKAN PADA BAYI

9 CARA TEPAT MENGATASI CEGUKAN PADA BAYI

Bagaimana cara mengatasi bayi yang cegukan?
image : bidanku.com

9 CARA TEPAT MENGATASI CEGUKAN PADA BAYI – Bunda, apakah si kecil sering mengalami cegukan? Cegukan memang biasa terjadi pada bayi, terutama yang masih berumur di bawah 1 tahun. 

Namun, Bunda tenang saja. Sebab, cegukan bukan lah pertBunda masalah serius. Biasanya penyebab cegukan pada bayi tersebut terjadi jika si baby minum terlalu cepat, atau sedang menangis. Udara yang ada di perut bayi membuat bayi mengalami cegukan.

Cegukan memang merupakan kondisi yang kurang menyenangkan, baik pada bayi ataupun pada orang tua. Apabila cegukan pada bayi dibiarkan saja ditakutkan akan menyebabkannya jadi muntah, rewel, batuk-batuk atau bahkan tidak dapat dikendalikan lagi.

Bagaimana cara mengatasi cegukan?


Berikut ini 9 tips mengatasi cegukan pada bayi :

  • Ubah Posisi Menyusui
Apabila si kecil cegukan pada saat sedang disusui, cobalah untuk mengubah posisi menyusui Bunda dan terus susui si kecil sampai cegukannya hilang.
  • Tenangkan Bayi
Jika pada saat disusui, si kecil terlalu bersemangat dan kurang tenang yang membuat udara jadi masuk ke dalam diafragmanya. Yang perlu Bunda lakukan ialah menenangkan si kecil. Kemudian gosoklah punggung bayi dengan lembut dan perlahan sambil membuatnya tenang sehingga cegukannya berangsur-angsur akan menghilang.
  • Pastikan Bunda Menyusuinya Dengan Benar
Sebaiknya cek juga posisi Bunda saat menyusui. Posisi menyusui bayi yang benar ialah pu-ting dan are-ola masuk ke dalam mulut bayi, dan posisi bayi berada di dalam garis lurus dengan lengannya, serta bagian perut bayi berhadapan langsung dengan perut ibu.
  • Hentikan Dulu Proses Menyusui Bayi
Jika cegukan bayi terus terjadi meskipun Bunda sudah mengubah posisinya, sebaiknya hentikan dulu kegiatan Bunda untuk menyusuinya. SBundarkan si kecil tegak menghadap pada Bunda dengan kepalanya pada bahu Bunda, kemudian tepuk-tepuk dengan lembut bagian punggungnya seperti apabila Bunda menyendawakannya. Tindakan seperti ini dapat mendorong udara dari diafragma ke atas dan bisa menghentikan cegukan. Setelah cegukannya berhenti, Bunda dapat menyusuinya kembali.
  • Peluk Bayi
Cobalah peluk serta dekaplah si kecil ketika ia sedang mengalami cegukan. Kadang-kadang, dalam beberapa menit cegukannya akan mereda dan kemudian hilang.
  • Pilih Botol Susu Yang Tepat
Jika bayi Bunda minum dengan menggunakan botol susu, coba perhatikan apakah botolnya mempunyai regulator dan juga lubang pada dot bayi. Sebaiknya Bunda memilih botol dengan lubang dot-nya yang lebih kecil supaya bayi dapat mengatur ritme dalam meminum susunya agar tidak cegukan.
  • Sendawakan Bayi setelah menyusu
Menyendawakan bayi setelah menyusu akan membuat udara di perutnya keluar. Caranya adalah dengan menyenderkan dagu bayi ke pundak Bunda. Kemudian tepuk halus punggungnya hingga si kecil bersendawa.
  • Beri Bayi Makan Sedikit Demi Sedikit
Bila bayi Bunda sudah mengkonsumsi makanan pendamping ASI, sebaiknya berikan dia makanan sedikit demi sedikit dan juga dengan perlahan-lahan agar tidak cegukan.

  • Atur Jadwal Makan Bayi
Berilah bayi makan sebelum ia merasa terlalu lapar dan perutnya mengandung banyak gas. Cegukan bisa juga menjadi tBunda bahwa ada masalah di perut si kecil. Apabila cegukan pada bayi disebabkan masalah pada lambung, biasanya sering disertai dengan muntah. Jika ini yang terjadi, segera bawa bayi ke dokter.

Nah, itu tadi 9 tips bagaimana mengatasi bayi yang cegukan. Semoga bermanfaat dan Bunda tak panik lagi jika anak Bunda mengalami cegukan.

Share this:

Enter your email address to get update from Dunia Ibu dan Anak.

1 comment

penyebab cegukan seringkali terjadi disebabkan adanya gangguan di otak seperti stroke , infeksi susunan saraf pusat (otak), herpes di dada sehingga mengganggu saraf tepi, gangguan metabolik seperti penderita diabetes, kurang minum air mineral, ataupun karena efek samping kemoterapi dan pemakaian obat seperti obat tidur, obat parkinson atau obat muntah.

Leave your comments

Copyright © 2015. Dunia Ibu dan Anak - All Rights Reserved
Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger